05 February 2025

Tentang Perasaan Masa Lalu dan Harapan yang Menyertainya

Perasaan dari masa lalu, terutama yang berakhir dengan rasa penasaran, seringkali tiba-tiba muncul dan mengusik pikiran. Mendesakkan tanya, harapan dan keinginan dalam dada, untuk kemudian membuat kita jadi bingung bertingkah. Akan bertindak apakah kita, puas dengan memandang dari kejauhan, bergerak lekas dan mencoba peruntungan atau cukup dengan bahagia menikmati kenangan.

Kejadian yang saya alami kemarin, sebuah perjumpaan tak terduga, di sebuah minimarket kecil, ratusan kilometer dari kota tempat saya tinggal. Awalnya saya tidak mengenali, hingga setelah dekat baru terbaca namanya, dan ingatan seolah kembali dilemparkan ke masa kanak-kanak. Mungkin kelas 4 atau 5 SD, dulu saya hanya bisa menatapnya di layar televisi, lebih tepatnya di salah satu kanal televisi luar negeri, TV 3 Malaysia tepatnya.

Dalam pandangan saya yg bocah, dia tampak begitu menggoda, dan menjadikan saya terbayang-bayang dan terfikir, benarkah apa yang saya saksikan di layar kaca itu. Namun saya menginsafi bahwa jangankan merengkuhnya, untuk menyentuhnya saja nyaris sebuah mimpi.

Sejalan dengan hidup hal-hal masa kecil semacam itu mulai terlupakan, tertimbun pengalaman lain dan kemudian lepas dari ingatan.

Tapi sesuatu yang berkesan di hati tidak pernah benar-benar hilang bukan? 

Maka, kemarin saat menjumpainya, saya dengan sukacita masa kanak yang timbul bergejolak menghampirinya.

.

.

.

.

.

.

...untuk kemudian kecewa. 

Bukan, ini bukan salahnya, ekspektasi saya saja yang keliru,  berharap semua akan seperti ingatan masa kanak saya, berharap yang ditemui akan sesuai imaji. 

Saya sudah dewasa, tua malah, tentu harus lebih bijak bersikap, maka saya hapus air mata di hati, saya sudahi rasa kecewa dan menerima kenyataan dengan lapang dada.

Maaf, saya kecewa, mungkin kita masih akan berjumpa, tapi saya tidak akan lagi menghampirinya. 


Bye-byee.... Ribena







10 January 2023

Pada suatu ketika

Pada suatu ketika

tiba tiba aku jatuh cinta

melebihi seluruh jatuh cinta

yang pernah menyakiti dadaku


Berkali bertanya kata yang sama

Mungkin lupa mungkin alpa

Atau bisa juga apa saja


Engkaukah cinta? Mengapa padamu aku jatuh

Rindukah aku? Mengapa padaku engkau luluh


Hingga angan berhenti bertanya 

mengapa saling jatuh cinta

Cinta adalah rindu yang tanpa alasan

Rindu abadi, cinta terlahir kembali

Rindu tak kenal waktu, entah mana yang lebih dulu

Cinta tak kenal masa, entah kapan mulai terasa

Rindu adalah keadaan, cinta adalah kenyataan


Wahai engkau yang menyalakan rindu di siang malamku

Naungilah aku dibawah sayapmu

Agar aku tak hancur rantak bagai debu

Tempat teduhku hanya dirimu



22 March 2021

"Te vere otro dia"

 Kecupnya serupa rahasia

dihantar dalam bisikan yang hening

dan kilas yang sekedar lintas

tersembunyi namun tetap terjadi


Kelembaman lembut yang menekan

menyisakan misteri yang tak habis kurasai

serupa sebuah reuni esoteris

tentang sejarah yang sentimentil  


Berserah aku terhempas ke masa lalu

tercekat dalam alun gerakmu

membadai kenangan menghunjam ingatan

gigil aku dalam beku luka lama 


ah, mengapa mesti melayang awang-awang

berjumpa lagi di simpang raya kehidupan

hanya untuk ditelan debur penyesalan

tetap saja kutelan doa "Te vere otro dia"