10 August 2011

Cerita Pagi Ini

Pagi ini, seorang penyeberang jalan melintas, angkot yang saya tumpangi mengerem mendadak, dua sepeda motor dibelakang nyaris menabrak, dan seorang bapak di pinggir jalan langsung tersentak.

Sang penyeberang jalan yang kemudian berganti status sebagai penumpang angkot memang menggoda untuk disimak, polesan tipis di wajahnya yang cerah dihiasi segaris senyum. Dan rambut yang tergerai menyembunyikan sebagian lehernya namun tidak bisa menutupi bagian depan bajunya yang berbelahan rendah.

Lengan bak pualam dan jemari lentik yang mengayun gemulai ketika memasuki pintu angkot membuat si bapak yang duduk dibelakang kusir eh maaf supir memandang terpaku sambil sesekali menelan ludah, seorang bapak yang duduk di depan saya menyempatkan diri untuk mencuri-curi pandang sambil sibuk menekan tombol handphone nya.

Saya sendiri lebih memilih untuk membuang muka, merasa jengah dan tidak nyaman, bukan karena sok alim atau berlagak menghormati bulan puasa, bukan juga karena teringat pesan istri saya untuk menjaga pandangan.

Saya menolak untuk melihatnya karena sejak awal saya sudah melihat jakun dilehernya ^_^

19 July 2011

Pokoknya Update

Memalukan, terakhir kali posting adalah 2010 lalu, jadi posting hari ini adalah dengan tujuan spesifik "POKOKNYA UPDATE"


Terima Kasih sodara-sodara

22 December 2010

Bukan Dikurangi tapi Dibagi

Semalam saya melewatkan sepotong malam bersama seorang karib, menonton sebuah film yang cukup lumayan, belum pernah saya tonton dan ceritanya cukup menarik. Tapi bukan film ini yang ingin saya bagi disini, tapi celetukan yang sedikit mirip curhat colongannya yang ingin saya bagi. Tidak ada angin tidak ada hujan (pantes panas) tiba-tiba dia nyeletuk, "Pak cepet nikah, udah jangan ditunda-tunda lagi, nggak usah nunggu nanti-nanti"



"Lho...?"



Dan kemudian serentetan kalimat diluncurkan, menurutnya setelah menikah bukan berarti langsung hanya enak belaka, bukan sekedar bulan-madu-diawan-biru-tiada-yang-mengganggu, bukan....setelah menikah pun dia dan pasangannya (bukan saya) masih akan berhadapan dengan berbagai masalah, mulai biaya cicilan ini itu, tempat tinggal, belanja, dll, dsb hingga pada perubahan kebiasaan-kebiasaan.



Poin yang ingin dia ceritakan bukan soal masalah-masalah yang tentu tidak akan pernah lepas dari kehidupan kita, sebab kita semua tahu, hidup tanpa masalah itu tidak seru kan? Yang ingin dia tunjukkan pada saya adalah, masalah boleh makin banyak, beban bisa saja bertambah tapi itu semua akan terasa lebih ringan sebab tidak lagi ditanggung sendiri, ada seseorang untuk berbagi, bertukar pikiran, dan tentu saja untuk menghadapi semua hal itu bersama-sama.



...dan harus saya akui, pagi itu saya merasa iri.