Dalam khazanah dunia gaib setiap entitas memiliki posisi dan kuasa yang berbeda.
Tingkatan paling rendah
disebut Hantu.
Hantu adalah entitas
pengganggu. Kekuatannya terbatas pada kemampuan menampakkan diri dalam wujud
seram dan ganjil atau mengeluarkan suara-suara aneh dan meremangkan bulu kuduk.
Ia muncul dari kegelapan, dari sudut mata atau dari remang bayangan. Tempat
favoritnya adalah adalah daerah antara redup dan remang. Hantu bisa membuat
seseorang ketakutan, berlari terbirit-birit atau terkejut setengah mati, tetapi
dia tidak bisa menyakiti secara fisik
Di atas Hantu terdapat Setan.
Setan memiliki kemampuan
yang lebih tinggi, wilayahnya bukan lagi panca indera manusia, melainkan
menyusup jauh dalam pikiran. Dia mempengaruhi, memprovokasi menyebarkan agitasi
murahan namun mengguncang keyakinan.
Setan tidak perlu menggerakkan
manusia, dia membuat manusia bergerak dengan sendirinya.
Ia tidak dapat menyakiti
tubuh manusia secara langsung namun melalui
pengaruhnya pada pikiran manusia dia bisa memicu kerusakan fisik.
Setelah Setan, terdapat
tingkatan yang jauh lebih berbahaya, Siluman.
Siluman memiliki kuasa
gelap yang cukup kuat untuk menembusi dunia manusia. Karena itulah kita sering
mendengar kisah tentang penunggu pohon tua atau mata air, penguasa gua atau
sebuah wilayah di pegunungan gunung, hutan, dan tempat-tempat wingit lainnya.
Kuasa siluman dalam
menembusi jagat kasar memungkinkan mereka untuk melakukan hubungan
transaksional dengan manusia.
Manusia memohon bantuan sambil
memberikan upeti atau sesaji, dan siluman akan memberi bantuan bila nilai
sesajinya cocok, pada beberapa kasus dibutuhkan bayaran tambahan berupa tumbal.
Dari hubungan
transaksional inilah kita kemudian mengenal tentang pesugihan, penglaris, perlindungan
atau tolak bala hingga bantuan untuk mencelakakan orang lain. Jenis siluman tertentu
juga dapat menimbulkan kerusakan fisik misalnya pada santet dan tenung.
Meski memiliki kemampuan
untuk menimbulkan kerusakan fisik dan menembusi jagat kasar, siluman biasanya
memiliki batasan area atau keterikatan mereka pada objek yang menjadi punjer
atau pusat area gaib mereka.
Entitas yang berada di
puncak hierarki adalah Iblis.
Iblis bukan sekadar lebih kuat tapi juga memiliki kemampuan untuk mewujud sebagai manusia. Menembusi jagat kasar dengan lebih leluasa dibandingkan siluman, mempengaruhi manusia dengan lebih lihai dari setan, dan menciptakan ketakutan yang lebih seram dari hantu.
Siluman dapat membuat orang
jatuh sakit melalui tenung, iblis dapat membuat ratusan ribu orang keracunan massal
atau jutaan orang gagal mendapatkan pengobatan atas penyakitnya.
Siluman penunggu pohon
tua bisa membuat orang-orang yang mau menebangnya jadi kesurupan tapi iblis bisa
membabat ribuan hektare hutan hujan tropis dan menjadikannya monokultur sawit.
Siluman penunggu sendang
atau mata air bisa membuat satu desa kekeringan bila telat mempersembahkan
sesajen. Namun iblis dapat membunuh sungai dan pantai tempat puluhan desa
mencari hidup.
Sesajen yang diminta
siluman biasanya hanya berupa makanan, bunga, atau hewan ternak, tapi Iblis mengambil
dengan lebih rakus, mereka mengeruk bumi, meratakan gunung dan melahap semua
isinya sambil menyisakan kerusakan setelahnya.
Serupa hewan amfibi,
Iblis hidup di dua alam. Di jagat gaib dia menggunakan perantara tumbal,
sesajen, wangi dupa dan kemenyan, juga aneka ritual lainnya.
Namun ketika mewujud manusia,
ritualnya sedikit berubah. Tumbalnya adalah rakyat tak bersalah, sesajen yang
diberikan adalah proyek pengadaan serta konsesi saham, wangi dupa dan kemenyan
berganti wangi rupiah dan dollar, semuanya diikat dalam perjanjian dan kontrak
politik.
Karena itulah Iblis jadi
sangat berkuasa, ia didukung sembilan puluh enam juta manusia dan aneka entitas
gaib yang tak kalah banyak jumlahnya.
Hantu memujanya karena
dari iblislah mereka mencicipi rasa kuasa.
Setan mengikutinya karena
bisikannya selalu dituruti oleh iblis.
Siluman menghormatinya
karena atas jasa Iblis kekuasaan mereka melampaui batasnya.
Manusia dengan sukarela memuja,
mengikuti dan menghormatinya karena iblis mewujudkan mimpi-mimpi mereka.
Itulah sebabnya jangan
marah kepada hantu yang cuma bisa menakuti orang kencing sembarangan atau
siluman yang bisa mengirim santet pada pedagang kecil tapi tidak mampu
memasukkan paku ke dalam perut pejabat culas.
Ketika gunung dikeruk,
tanah digali hingga perut bumi terbuka, dan kekayaan alam diangkut keluar,
jangan menunggu setan murka. Ketika ribuan hektare hutan dibakar, jangan
berharap dedemit keluar dari balik pepohonan untuk menghukum pelakunya.
Mereka tahu siapa yang
melakukannya, entitas yang jauh lebih kuat, lebih kejam, dan lebih berkuasa. Jadi
jangan heran jika para dedemit memilih diam, mereka hanya sedang menghormati olig
eh... hierarki.
Tapi ini bukan tentang
makhluk gaib.