10 July 2009

Beberapa waktu terakhir ini saya nyaris yakin bahwa semua hal harus dibeli dengan uang dan menjadi kaya adalah sebuah syarat menjadi manusia. Pada bulan-bulan ini saya juga hampir kehilangan keyakinan tentang konsep berharap pada Tuhan. Saya tidak tahu lagi hendak berlari kemana, untuk apa, mengejar atau mungkin bersikejaran dengan entah apa. Saya mencoba mencari jalan dimana bahagia bermuara, tapi mengapa di depan sana yang tampak cuma padang terjal dan jurang menganga? Maka dari itu sempat juga muncul sebuah postingan yang beraroma "kematian", saya ngerasa stuck, buntu, dan nggak tahu harus kemana ataupun hendak apa.


Hingga kemudian ada sesuatu yang menembus otak saya, menembus dan menghunjam jauh kedalam kesadaran saya. SAYA HARUS BERHENTI DAN MELEPASKAN SEMUANYA. Maka itulah yang saya lakukan, saya bebaskan diri saya dari semua mimpi-mimpi, obsesi, target, dan semua hal yang mengejar dan saya kejar.

Dan saya mendapatkan pencerahan itu, dengan membebaskan diri saya justru bisa melihat apa yang selama ini saya lewatkan, apayang selama ini tidak saya sadari. Ternyata hidup ini begitu indah, ternyata jalan panjang yang terbentang di depan saya tidak cuma terjal, berliku dan dihiasi jurang menganga, nun disana ada padang rumput menghijau, ada air terjun, dan mungkin ada Harmonia. Perjalanan panjang ini cuma level demi level yang harus saya lewati, untuk menuju Final Stage dan mungkin Unlocking a New Stage ^_^

Ehm....well, maybe I'm in Love

28 June 2009

Menjadi kaya atau mati mencoba

Sebelum anda membaca posting ini, bacalah sepenggal kalimat ini, bila punya cukup waktu silahkan anda terpikir-pikir dahulu sebelum melanjutkan membaca.

What money can buy? A bed but not sleep, books but not knowledge, a clock but not time, food but not appetite, finery but not beauty, a house but not a home, medicine but not health, amusement but not happiness, sex but not love.



Begitu sering saya mendengar kata-kata semacam itu, bahkan dulu saya pun berpikir begitu, bahwa uang tak bisa membeli segalanya, bahwa banyak hal di dunia ini yang tak bisa dibeli dengan uang. Betulkah?
Sayangnya tidak sepenuhnya benar, hampir semua hal bisa dibeli dengan uang, sebut saja, bumi dan seisinya? manusia? harga diri? cinta? ya semuanya bisa dibeli, bahkan juga Tuhan.

Tanpa uang kita pasti akan kesusahan, kita tidak bisa mencukupi kebutuhan-kebutuhan dasar kita, kita tidak bisa memenuhi keinginan kita. Maka kita mencari dan mengumpulkan uang, lebih banyak lagi, lebih banyak lagi. Semakin banyak uang yang kita kumpulkan, semakin banyak yang kita butuhkan, dan semakin banyak pula yang kita inginkan. Semakin jauh kita mencari semakin lupa kita dengan alasan awal kenapa kita mencari. Untuk mendapatkan uang kita memerlukan modal, tak cukup hanya tenaga dan pikiran yang kita jual, waktu, idealisme, gengsi dan harga diri, bahkan Tuhan dan keyakinan kita.

Saya tidak menganggap itu hal yang salah, itu wajar saja, sebab saya setuju bahwa selalu ada harga yang harus dibayar untuk sesuatu. Dalam hidup memang tak ada yang gratis, kita memberikan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu. Yang menjadi pertimbangan adalah apakah yang kita berikan itu sesuai dengan apa yang akan kita dapatkan, apakah terlalu mahal ataukah terlalu murah, semuanya kitalah yang menentukan. Dengan menjadi kaya maka semua hal akan menjadi lebih murah dan lebih mudah.

Yah semoga saya bisa menjadi lebih kaya, sebab masih banyak mimpi yang belum terbeli, masih banyak tuntutan yang belum terpenuhi, masih banyak janji yang belum ditepati. Dan biarlah saya menjadi kaya atau mati mencoba.


`Posting ini ditulis sambil mendengarkan "Can't Buy Me Love- Jazz Ver."


20 June 2009

Aku malas bilang kamu cantik

Aku malas bilang kamu cantik.
Aku malas dan nggak peduli.
Buatku kamu selalu jadi yang tercantik,
dan akan tetap begitu, bahkan bila tak kukatakan.

Aku nggak suka saat kamu bertanya tentang cantiknya dirimu,
pentingkah itu?

Aku jatuh cinta padamu bukan karena kamu cantik
Aku bahagia bersamamu bukan karena kamu cantik
Aku memilih untuk menyerahkan hatiku padamu,
juga bukan karena kamu cantik

Kamu tahu bahwa aku lebih tertarik dengan ide-idemu
Dengan pendapat dan isi kepala yang dituangkan dari bibirmu
Kamu tahu aku lebih sering terpesona karena apa yang kamu pikirkan
bukan apa yang kamu kenakan,
bukan bagaimana model rambutmu,
bukan anting di telingamu,


Tapi kamu pasti juga tahu, bahwa tak banyak wanita yang kubilang cantik
Karena aku sering kecewa akan cantiknya rupa dan lebih memilih cantiknya jiwa
Dan aku telah terpesona olehmu
Dan aku telah memilihmu

Lantas kenapa selalu kautanyakan
"Aku cantik ga?"




NB:................masihkah kaucari pengakuan itu?