Seperti yang telah disiratkan oleh judulnya, note ini berisi permintaan maaf saya, permintaan maaf kepada beberapa wanita yang masih menyisakan rasa bersalah pada diri saya. Seandainya hal ini mudah tentu saya akan menemui kalian dan mengucapkan kata maaf dari dalam hati saya. Sayangnya ini bukan sekedar soal menghadapi rasa bersalah dan kemampuan untuk berbesar hati, tapi juga karena mungkin saya tidak akan mendapatkan kesempatan untuk bertemu kembali.
Adalah sebuah kesombongan bila saya menyatakan bahwa ada banyak wanita yang telah saya buat jatuh cinta, tapi saya sadar bahwa ada beberapa dari kalian mungkin sempat merasa tidak karuan perasaannya, atau mungkin telah terganggu tidur malamnya dengan kehadiran saya dimimpinya. Mungkin bukan cinta, mungkin cuma kesan sesaat yang terlalu menggoda, apapun itu, saya harus mengucapkannya;
Maaf, maaf dan maaf
Bahkan meski dengan mengatasnamakan kewajaran sebagai seorang lelaki terhadap wanita, mencoba bersikap 'gentleman' atau bahkan sekedar 'berbaik hati', tindakan saya mungkin terasa agak berlebih, dan memang begitu mudah disalah artikan. Mungkin saya yang terlalu cepat menyimpulkan, bisa juga saya yang terlalu jumawa dengan menyatakan bahwa sikap saya yang seringkali memperlakukan wanita dengan lebih spesial daripada umumnya para pria, tapi satu hal yang saya yakin, ada beberapa wanita yang telahsaya lukai karena 'kebaikan hati' ini.
Dan melalui note ini saya ingin meminta maaf, mungkin tidak akan bisa membebaskan diri saya dari rasa bersalah, tapi saya harap bisa sedikit mengurangkan rasa-rasa tidak nyaman yang pernah hadir di hati kalian.
Atas segala kata yang pernah munculkan rasa, atas segala tindakan yang timbulkan asa
Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua wanita yang pernah saya lukai hatinya.
Sebagian kecil dari diri, refleksi ego, dan beberapa keping isi otak. Semoga blog ini berarti bukan hanya untukku
14 August 2010
Hidup Baru
Bukan ini bukan soal pernikahan, ini soal sebuah kehidupan yang baru, eh? bukan, ini juga bukan soal kelahiran seseorang. Ini cuma soal sebuah kehidupan yang baru. Sebuah kehidupan di tempat yang baru, orang-orang disekitar saya yang baru, cara hidup yang baru, apapun....
Apakah menyenangkan? Belum tentu juga, kehidupan baru ini bisa jadi kehidupan seorang tukang sapu di Nepal, petani nanas di Uruguay, atau bisa juga jadi tukang copet di Praha. Maaf saya tidak bisa membayangkan sesuatu yang lebih menyenangkan dan menghibur macam diculik oleh sebuah organisasi kejahatan internasional dan kemudian dicuci otak atau tiba-tiba ditunjuk sebagai pewaris tunggal sebuah kastil di Eropa Utara, terlalu indah dan tidak masuk akal.
Menuju pada kehidupan baru ini bisa jadi berat dan tidak menyenangkan, mungkin saya akan berakhir diujung peluru penjaga perbatasan, dimangsa segerombolan serigala ataupun mati kering di tengah lautan. Apakah dengan akhir hidup yang seperti itu berarti hidup saya sia-sia? Entahlah, yang pasti saya pikir itu cukup menyenangkan.
Nggak masalah kalau anda tidak setuju, sebagian besar orang normal pasti beranggapan bahwa hidup yang baik adalah menikah, beranak pinak dan hidup bahagia hingga tua dan mati dikelilingi keluarga.
Suatu tempat di tepi kolam renang, saat merindukan petualangan
Apakah menyenangkan? Belum tentu juga, kehidupan baru ini bisa jadi kehidupan seorang tukang sapu di Nepal, petani nanas di Uruguay, atau bisa juga jadi tukang copet di Praha. Maaf saya tidak bisa membayangkan sesuatu yang lebih menyenangkan dan menghibur macam diculik oleh sebuah organisasi kejahatan internasional dan kemudian dicuci otak atau tiba-tiba ditunjuk sebagai pewaris tunggal sebuah kastil di Eropa Utara, terlalu indah dan tidak masuk akal.
Menuju pada kehidupan baru ini bisa jadi berat dan tidak menyenangkan, mungkin saya akan berakhir diujung peluru penjaga perbatasan, dimangsa segerombolan serigala ataupun mati kering di tengah lautan. Apakah dengan akhir hidup yang seperti itu berarti hidup saya sia-sia? Entahlah, yang pasti saya pikir itu cukup menyenangkan.
Nggak masalah kalau anda tidak setuju, sebagian besar orang normal pasti beranggapan bahwa hidup yang baik adalah menikah, beranak pinak dan hidup bahagia hingga tua dan mati dikelilingi keluarga.
Suatu tempat di tepi kolam renang, saat merindukan petualangan
25 January 2010
Happy New Year, La Primavera
Sudah berbulan-bulan lewat sejak terakhir kali memuat posting di Blog ini, Tahun pun sudah berganti, dan mumpung masih di awal tahun saya ucapkan lagi "Selamat Tahun Baru 2010". Topik dalam posting kali ini ialah Tahun Baru, berawal dari obrolan singkat di sela pekerjaan dan berlanjut dengan konsultasi dengan Mbah Google maka saya tulis posting ini. "La Primavera"
Pertanyaan yang mengawali rentetan tulisan ini muncul saat saya melihat Stiker di salah satu pusat perbelanjaan, "End Season Sale discount up to 70%", saya pun bertanya pada Mr.S "memangnya tahun baru itu 'End Season'(Akhir Musim)?" Saya menanyakan hal ini karena setahu saya pada negara-negara empat musim Januari masih termasuk musim dingin. Mr.S membenarkan hal tersebut karena menurutnya Januari sudah mulai memasuki musim semi, dan meskipun sama-sama belum sempat menjejakkan kaki di negeri 4 musim saya masih merasa belum puas dengan jawaban ini, maka berkonsultasilah saya dengan Mbah Google.
Maka beginilah kisahnya.......
Masyarakat negeri 4 musim pada mulanya merayakan tahun baru pada awal musim semi dan menjelang bulan purnama penuh, atau pada tanggal 1 Maret. Maret juga merupakan bulan pertama dalam satu tahun, dan sedikit catatan bahwa perhitungan kalender pada masa itu mengacu pada penanggalan bulan dan bukannya matahari. Ab Urbe Condita, atau hari dimana Roma berdiri merupakan nama lain dari penanggalan tersebut, dimulai pada 753SM bersamaan dengan berdirinya kota Roma.
Tradisi tahun baru pada bulan Maret berakhir ketika pada tahun 46SM Julius Gaius Caesar menetapkan sistem penanggalan baru yang merubah kalender dengan sistem Lunar (Bulan) menjadi Solar (BBM eh sori matahari maksudnya. Sistem kalender ini juga dikenal dengan Kalender Gregorian, dengan tanggal 1 Januari sebagai tahun barunya. Sedikit catatan Julius Caesar pula yang menambahkan bulan July/Juli dan sekaligus memporak-porandakan susunan bulan-bulan dalam satu tahun. Misalnya October yang seharusnya merupakan bulan ke delapan (Octa/Okto) menjadi bergeser ke bulan 10 begitupun September yang awalnya merupakan bulam ke tujuh (Septem). Yah, sejarah adalah milik para penguasa kan ^_^
La Primavera
Menurut orang Italia, tahun baru merupakan La Primavera atau "Kehidupan yang Pertama(atau yang Utama yah?)" jadi pada tahun yang baru ini marilah kita memulai kehidupan yang baru, mulai menjalani kebaikan-kebaikan baru, meninggalkan kesalahan-kesalahan lampau dan berusaha tidak mengulanginya, menuju kehidupan yang lebih baik.
NB: Mohon Doa dan Restunya yah saudara-saudara, semoga di tahun ini saya bisa melangkah ke sebuah jenjang kehidupan yang baru, dimana saya akan mengakhiri masa lajang dan semoga juga masa-masa jalang ^_^
Pertanyaan yang mengawali rentetan tulisan ini muncul saat saya melihat Stiker di salah satu pusat perbelanjaan, "End Season Sale discount up to 70%", saya pun bertanya pada Mr.S "memangnya tahun baru itu 'End Season'(Akhir Musim)?" Saya menanyakan hal ini karena setahu saya pada negara-negara empat musim Januari masih termasuk musim dingin. Mr.S membenarkan hal tersebut karena menurutnya Januari sudah mulai memasuki musim semi, dan meskipun sama-sama belum sempat menjejakkan kaki di negeri 4 musim saya masih merasa belum puas dengan jawaban ini, maka berkonsultasilah saya dengan Mbah Google.
Maka beginilah kisahnya.......
Masyarakat negeri 4 musim pada mulanya merayakan tahun baru pada awal musim semi dan menjelang bulan purnama penuh, atau pada tanggal 1 Maret. Maret juga merupakan bulan pertama dalam satu tahun, dan sedikit catatan bahwa perhitungan kalender pada masa itu mengacu pada penanggalan bulan dan bukannya matahari. Ab Urbe Condita, atau hari dimana Roma berdiri merupakan nama lain dari penanggalan tersebut, dimulai pada 753SM bersamaan dengan berdirinya kota Roma.
Tradisi tahun baru pada bulan Maret berakhir ketika pada tahun 46SM Julius Gaius Caesar menetapkan sistem penanggalan baru yang merubah kalender dengan sistem Lunar (Bulan) menjadi Solar (BBM eh sori matahari maksudnya. Sistem kalender ini juga dikenal dengan Kalender Gregorian, dengan tanggal 1 Januari sebagai tahun barunya. Sedikit catatan Julius Caesar pula yang menambahkan bulan July/Juli dan sekaligus memporak-porandakan susunan bulan-bulan dalam satu tahun. Misalnya October yang seharusnya merupakan bulan ke delapan (Octa/Okto) menjadi bergeser ke bulan 10 begitupun September yang awalnya merupakan bulam ke tujuh (Septem). Yah, sejarah adalah milik para penguasa kan ^_^
La Primavera
Menurut orang Italia, tahun baru merupakan La Primavera atau "Kehidupan yang Pertama(atau yang Utama yah?)" jadi pada tahun yang baru ini marilah kita memulai kehidupan yang baru, mulai menjalani kebaikan-kebaikan baru, meninggalkan kesalahan-kesalahan lampau dan berusaha tidak mengulanginya, menuju kehidupan yang lebih baik.
NB: Mohon Doa dan Restunya yah saudara-saudara, semoga di tahun ini saya bisa melangkah ke sebuah jenjang kehidupan yang baru, dimana saya akan mengakhiri masa lajang dan semoga juga masa-masa jalang ^_^
Subscribe to:
Posts (Atom)